Gagalkan Sabu 2 Ton, Publik Soroti Keseriusan Negara Berantas Narkoba
KEPRI — Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) bekerja sama dengan Polda Kepulauan Riau, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu dalam jumlah terbesar sepanjang sejarah Indonesia, yakni seberat 2.000.000 gram atau 2 ton.
Pengungkapan kasus jumbo tersebut diumumkan dalam sebuah konferensi pers yang digelar secara terbuka, dengan memamerkan ribuan paket sabu sebagai barang bukti. Aparat menyebut keberhasilan ini sebagai bukti kuat sinergi lintas lembaga dalam memerangi peredaran narkoba internasional.
Namun di balik capaian besar tersebut, kritik publik justru menguat. Sejumlah kalangan menilai, keberhasilan pengungkapan demi pengungkapan belum mencerminkan keseriusan negara secara menyeluruh dalam memutus mata rantai peredaran narkotika.
“Jika yang digagalkan mencapai 2 ton, pertanyaannya sederhana: berapa banyak yang lolos sebelumnya? Ini menandakan peredaran narkoba masih sangat masif dan terstruktur,” ujar seorang pengamat kebijakan publik.
Publik juga menyoroti bahwa banyak pengungkapan kasus narkoba berakhir sebatas seremoni konferensi pers, tanpa diikuti transparansi lanjutan, pengungkapan aktor intelektual, jaringan internasional, maupun aliran dana yang melibatkan pihak-pihak kuat.
Hingga kini, peredaran narkoba masih menjadi ancaman serius bagi generasi muda Indonesia. Data rehabilitasi dan penangkapan pengguna terus meningkat, sementara efek jera terhadap bandar besar dinilai belum maksimal.
“Negara tidak boleh puas dengan tumpukan barang bukti di atas meja. Yang ditunggu publik adalah pembongkaran jaringan, pengadilan terbuka, dan hukuman tegas tanpa pandang bulu,” tegas aktivis anti-narkoba.
Keberhasilan penggagalan sabu 2 ton ini seharusnya menjadi alarm keras, bukan sekadar panggung simbolik. Tanpa reformasi serius dalam pengawasan perbatasan, penegakan hukum, dan transparansi proses hukum, pemberantasan narkoba dikhawatirkan hanya berputar pada pola yang sama.
Masyarakat kini menanti langkah nyata:
bukan hanya penyitaan besar, tetapi keberanian negara menuntaskan akar masalah peredaran narkoba hingga ke aktor tertinggi.
( TIM)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar